"Biarlah cahaya kemuliaan Allah menembus jauh menyinari relung-relung hati yang mengalami kesepian dan kegelapan, karena hanya cahaya kasih Allah inilah yang bisa memberikan kelegaan dan kelepasan akan kegelapan dan kesepian hati akibat penolakan dunia ini".Penolakan hidup memang tidak mengenakkan dan cenderung menyakitkan.
Penolakan mengibaratkan kalau diri ini tidak berarti dan tidak punya peran sehinga harus disingkirkan dan tidak ada penghargaan sama sekali yang dimiliki. Yah penolakan sering terjadi dalam kehidupan, bahkan secara tidak sadar kadang kita menolak keberadaan orang lain dengan tidak menhiraukan mereka yang ada di sekitar kita.
Hari ini, hati ini sedih sekali ketika mendengar cerita seorang bapak penjual gorengan keliling.
Bapak ini bercerita tentang kejadian yang dialaminya ketika mengunjungi anaknya yang pertama yang sudah memiliki rumah sendiri dan hidup lebih mapan dengan ketercukupan materi dibanding dirinya. Sewaktu menginjakkan kaki di depan rumah dan mau masuk, bapak tidak diperbolehkan masuk karena membawa adiknya yang mengalami kecacatan ( cacat mental ) dan anaknya yang sulung itu mengeluarkan kalimat yang menyakitkan hatinya.
Anak itu berbicara," Ngapain anak gila itu dibawa kesini, buang aja dia dan bapak tidak boleh masuk rumah kalau membawa anak gila itu kemari !".
Spontan bapak itu menangis dan mengatakan kalau walaupun cacat ini adalah adiknya namun jawaban bapak ini malah membuat anaknya itu marah dan menutup pintu, maka dengan berlinang air mata ia pamitan pulang dan mengajak anaknya yang cacat,
Namun ketika mau diajak, anaknya yang cacat sudah tidak ada dan setelah dicari ternyata anaknya telah duduk dipingir jalan sambil menangis.
Hati bapak itu semakin sedih karena ia tidak menyangka kalau anaknya yang mengalami kecacatan juga merasakan dan mengetahui penolakan yang dilakukan kakaknya sedangkan biasanya anak itu hanya diam dan tidak bereaksi ketika ada kejadian apapun bahkan ketika dimarahi dan di cela temannya karena cacat anak ini malah tertawa.
Tapi dalam kejadian penolakan oleh kakaknya anak itu kok bisa menangis dan pergi dahulu sebelum diajak oleh bapaknya.
Penolakan kakaknya ternyata telah melukai hati terdalam dari anak yang cacat itu dan secara tidak langsung " menyakiti" hati Allah yang menjaga dan memelihara anak itu.
Anak itu biasanya diam atau malah tertawa kalau digoda dan dihina, tapi dalam kasus penolakan ini kok anak itu menangis dan pergi dahulu meninggalkan rumah kakaknya, bukankan ini sebuah "keajaiban" yang tidak tersangka dan bahkan mungkin tidak akan terulang lagi terjadi pada anak itu.
Kepekaan hati akan tetap terjadi kalau penolakan sudah pada puncaknya.
Hati dan perasaan anak tetap tajam dan kuat walaupun ia mengalami kecacatan, karena dalam hati itu Ada kekuatan belas kasih Allah yang maha dasyat yang tidak ditangkap dan dirasakan oleh siapapun mungkin termasuk oleh anak yang mengalami kecacatan ini.
Cahaya kebesaran kasih Allah inilah yang membuat orang bisa dalam keadaan yang mengagumkan dan bisa bertindak diluar jangkauan nalar pikiran sehat.
Seberkas cahaya akan selalu bisa masuk dalam kegelapan kalau ada celah dan celah itu akan muncul ketika kegelapan dan kesepian hati telah mencapai puncaknya, masalahnya tanggapkah orang dengan datangnya cahanya itu?
Puncak dari kekelaman hati adalah ketika orang telah mengalami penolakan dunia sehingga hanye ada satu jalan yang bisa dituju dan diharapkan yaitu Allah.
Maka membiarkan diri untuk bisa selalu akrab dan berusaha bergaul mesra dengan kegelapan akan membuat orang sanggup mengerti arti kegelapan itu dan akhirnya merasakan terang cahaya Allah yang hadir melalui kehidupan sekitar.
Biarkanlah hidup tidak meminta dihilangkanya kesulitan, namun perhatian sepenuh hati untuk mengakrabinya akan menjadikan kesulitan itu menjadi kekautan yang menhantar orang pada jalan yang akan ditempuh selanjutnya.
Seperti anak yang mengalami penolakan itu,
ia tidak mengharapkan kakaknya membukakan pintu dan menerima dirinya namun ia malah dengan "bimbingan Allah" meninggalkanya dan duduk menangis sambil menikmati penolakan itu dan ia memperoleh kekuatan untuk melangkah menuju jalan yang bisa menghantarkannya ke rumah kontakan yang bersedia menerimanya.
Penerimaan akan kesulitan dan penolakan menjadikan anak ini kelihatan lebih kuat dibanding dia hanya menangis dan merengek agar diperbolehkan masuk kedalam rumah kakaknya.
Anak ini telah tampil sebagai pribadi yang berharga walaupun anak ini sendiri mungkin tidak tahu dengan apa yang terjadi dan dialami karena keterbatasan pemikiran dan pemahaman hidupnya karena kecacatan yang dideritanya.
Namun Allah yang kuat telah memberikan jalan dan bimbingan untuk dapat menemukan penghargan akan hidupnya.
Inilah misteri kebesaran dan keadilah Allah dalam hidup ini.
Siapa yang mengalami penolakan dan kekelaman hati maka Allah sendiri yang akan bertindak sebagai penolongnya kalau ada keterbukaan.
Kejadian yang dialami bapak dan anaknya yang cacat ini sungguh membesarkan hati.
Keyakinan akan perlindungan dan keadilah Allah dalam hidup sungguh terjadi.
Ia yang besar tidak akan membiarkan diri ini dihinakan dan ditelantarkan walaupun dunia tidak berkenan akan keberadaan diri ini.
Dunia boleh menyia-nyiakan hidup dengan kekurangan dan penderitaan namun Allah yang akan menjaga kehidupan dan harga diri.
Harga diri bukan dibentuk dari apa yang diperoleh dari dunia namun dari keakraban dan kebersamaan dengan Allah.
Maka kemauan untuk belajar menghidupi kekelaman, kesulitan dan penolakan diri dengan berusaha begaul akrab dengan Allah akan menghadirkan cahaya kerahimanNya masuk memenuhi kehidupan yang penuh dengan liku liku ketidak berdayaan itu.
Jadi mempercayakan hidup sepenuhnya kepada penyelenggaraan Allah akan membuat diri selalu aman dalam perlindunganNya.
Walaupun kekelaman ada karena sulitnya ekonomi dan derasnya penolakan dunia terus menderu akan tetapi Allah akan selalu memberikan jalan yang menghantar kepada keselamatan.
semoga belas kasih Allah sunguh menguatkan hidup dan perjuangan kita di dunia yang penuh dengan penolakan dan carut-marutnya permasalahan ini dengan mengirimkan seberkas cahaya dalam kegelapan kita.
Tuhan beserta dengan saya dan Anda.
Yakinlah ini, dan jangan takut karena ketakutan semakin menutup pintu kehadiran cahaya kerahiman Allah.
**************************************************************