Laman

Senin, 23 Mei 2011

ANEKA KEUNIKAN ANGKA TUJUH ( 7 ) DALAM HADIS NABI

 BEGITU banyak hal di dalam hadis yang berkaitan dengan angka 7. Sekiranya diuraikan satu per satu tentu akan menjadi satu buku tersendiri yang demikian tebalnya. Pada kesempatan ini cukuplah dengan menyebut sejumlah pernak-pernik permasalahan yang penyelesaiannya mengandung unsur angka 7. Dan tentulah itu semua sudah cukup memadai bagi siapa saja yang beriman, betapa Allah memang merahmatkan keistimewaan kepada hambanya yang selalu membersihkan jiwanya dari hal-hal kotor dan terlarang. Namun Allah juga tak segan-segan menurunkan laknat bagi hambanya yang berkhianat dari jalan lurus.


Melalui simbol angka 7, kita bertakwa untuk memperoleh perlindungan Allah dan sekaligus terhindar dari azab mengerikan. Kita renungkan berbagai sabda Nabi Muhammad berikut untuk diambil hikmahnya.

Dari riwayat Annas, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudara muslim, maka Allah mencatat setiap langkah ditulis 70 kebaikan dan dihapus 70 kejahatan. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia lepas dari dosa-dosanya laksana baru lahir dari ibunya. Bila ia mati pada saat itu, maka dia masuk surga tanpa hisab.”

Hadis melalui Ibnu Abbas disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Barangsiapa yang berjalan sesama saudara muslim untuk memenuhi kebutuhan saudaranya dengan itikad baik, maka Allah akan menjauhkan neraka dari dia sejauh 7 buah parit, di mana jarak setiap paritnya sejauh langit dan bumi.”

Pernah Rasulullah ditanya mengenai firman Allah tentang tempat-tempat tinggal yang indah di surga Aden seperti disebut dalam Al-Qur’an. Maka sabda Nabi Muhammad: “Ialah beberapa gedung dari mutiara Lu’lu. Setiap gedungnya ada 70 rumah dari Yaqut merah. Setiap rumahnya ada 70 buah kamar dari Zamrud hijau, di setiap kamarnya ada tempat tidur, dan setiap ada tempat tidur ada 70 hamparan dari berbagai warna. Dan setiap tempat tidur ada seorang istri bidadari yang bermata jeli. Setiap kamarnya ada 70 menu makanan, dan setiap menunya ada 70 macam makanan. Tiap-tiap kamar juga ada 70 pelayan putri yang masih remaja dan bagi setiap mukmin akan diberikan setiap pagi.”

Tentang langit yang paling utama paling dekat dengan Arsy Tuhan Yang Maha Pengasih, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa di sana ada Kursi-Nya, dan hanya 7 yang selalu berputar. Ke-7 bintang ada di langit tersebut yaitu : untuk hari Sabtu ada bintang Zuhal di langit tujuh, untuk hari Kamis ada bintang musytari di langit keenam, bintang Mirrih ada di langit kelima untuk hari Selasa, untuk hari Ahad ada bintang matahari di langit keempat, untuk hari Jum’at ada bintang Zuhra di langit ketiga, untuk hari Rabu ada bintang Athorid di langit kedua, dan pada hari Senin ada bintang rembulan pada langit pertama.

Hadis melalui Ikrimah dikemukakan sabda Rasulullah: “Matahari adalah bagian dari 70 cahaya Kursi, dan Arsy adalah bagian dari 70 cahaya Pelindung-Pelindung Allah. Sesungguhnya di antara malaikat pemikul Arsy dan Kursi-Nya (Muqorrobin) ada 70 hijab akan kegelapan dan 70 hijab dari cahaya. Setiap hijabnya sejauh 500 tahun perjalanan. Andaikan tidak ada hijab tersebut niscaya para malaikat pemikul Arsy akan terbakar.”

Dalam hal menghadapi musibah, Rasulullah mengajarkan barang siapa yang sabar menghadapi musibah, Allah memberikan 700 tingkat di surga, di mana setiap tingkatnya seluas antara langit dan bumi.

Ketika Nabi menerangkan hal-hal yang merusak, beliau membatasinya pada 7 hal. Seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim Nabi bersabda: “Jauhilah 7 hal yang merusak.”

Antara lain dijelaskan tentang kezaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, Nabi Muhammad menjadikan angka 7 sebagai simbol azab pada Hari Kiamat dengan bersabda: “Orang yang menzalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya, azab dari 7 bumi.”

Al Qadli Al Imam menceritakan bahwa barang siapa yang mencium wanita dengan syahwat, seolah-olah ia berzina dengan 70 perawan. Dan barang siapa yang berzina dengan perawan, maka ibaratnya sudah berzina dengan 70.000 janda.”

Hadis melalui Abi Sa’id Al Muqbari, dari Abu Hurairah melarang riba. Nabi Muhammad bersabda; “Riba itu memiliki 70 dosa, dan dosa yang paling ringan ibarat menzinai ibunya sendiri.”
Bila kita terkena najis berat misalnya dijilat anjing, maka harus disucikan dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan debu.

Dalam hal bersujud, Nabi menerangkan bahwa Allah memerintahkan kita bersujud dengan 7 organ tubuh. Rasulullah seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim bersabda: “Aku diperintah untuk bersujud dengan 7 tulang.”

Hadis Nabi tentang puasa di jalan Allah, dijelaskan pahala yang besar yang disiapkan Allah bagi pelakunya. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim Nabi bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah menjauhkannya berkat puasa sehari itu dari neraka sejauh 70 musim gugur.”

Tatkala seorang sahabat meminta Nabi menjelaskan rentang waktu untuk mengkhatamkan Al-Qur’an, masih menurut riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: “Khatamkan Al-Qur’an setiap 7 hari dan jangan lebih cepat dari itu.”

Bahkan pada waktu menjelang ajalnya, Nabi Muhammad selalu mengambil hikmah keistimewaan angka 7. Seperti diceritakan Aisyah: “Kami diperintah memandikan Rasulullah dengan 7 buah qirbah (tempat air) dari 7 sumur. Kami pun menunaikan dan Rasulullah nampak segar.”

Demikianlah, sangat terang benderang kita melihat angka 7 adalah angka yang paling istimewa dalam hadis-hadis Nabi. Hadis-hadis yang telah disebutkan itu menunjukkan bahwa Nabi Muhammad telah mengkhususkan penyebutan angka 7, bukan angka yang lain. Angka 7 adalah angka yang paling banyak disebut dalam hadis, dalam Al-Qur’an setelah angka 1. Maha Suci Allah dengan segala firmannya. Wallahu a’lam. 
**********************************************************************